Pena Pelajar Nu- Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Kokop menyelenggarakan kegiatan Training of Fasilitator (TOF) sebagai upaya meningkatkan kapasitas kader dalam memfasilitasi diskusi, mengelola forum, serta memperkuat kualitas kaderisasi. Kegiatan tersebut berlangsung di MA Bustanul Arifin, Tramok, Kokop, Bangkalan.
Ketua Pelaksana TOF, Rekanita Uswatun Hasanah, dalam laporan pelaksanaan kegiatan menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta, pemateri, dan tamu undangan yang hadir. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi wadah pembelajaran yang bermanfaat bagi kader PAC IPNU-IPPNU Kokop.
Menurutnya, kegiatan Training of Fasilitator diselenggarakan untuk membentuk kader yang memiliki kemampuan memfasilitasi diskusi, mengelola forum, serta membangun komunikasi yang efektif dalam berbagai kegiatan organisasi maupun kemasyarakatan.
“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, aktif dalam diskusi, serta menyerap sebanyak mungkin ilmu dan pengalaman yang diberikan oleh para pemateri,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, narasumber, dan peserta yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Semoga TOF ini berjalan lancar, memberikan manfaat yang besar, serta menjadi langkah awal dalam mencetak fasilitator yang kompeten, berintegritas, dan siap mengabdi untuk kemajuan organisasi maupun masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua II Bidang Kaderisasi PAC IPNU Kecamatan Kokop, Rekan Sahidi, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran fasilitator dalam mempercepat proses kaderisasi di tengah perkembangan zaman. Mengusung tema “Resonansi Peran Fasilitator Pelajar NU untuk Akselerasi Kaderisasi PAC Kokop”, ia mengajak seluruh peserta memahami peran strategis fasilitator dalam organisasi.
Menurutnya, resonansi bukan sekadar suara yang keras, melainkan getaran yang mampu menggerakkan hal lain di sekitarnya. Oleh karena itu, fasilitator IPNU-IPPNU tidak hanya bertugas memandu jalannya forum kaderisasi, tetapi juga menjadi penggerak semangat dan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah di tengah pelajar.
“Fasilitator adalah pemegang resonansi ideologi Aswaja. Semangat, pemikiran, dan militansi yang dimiliki harus mampu menggerakkan serta menginspirasi pelajar hingga ke pelosok desa di Kecamatan Kokop,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya percepatan kaderisasi di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Menurutnya, fasilitator memiliki peran strategis dalam mengemas materi ke-NU-an dan keindonesiaan agar lebih menarik dan relevan bagi generasi muda saat ini.
Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh fasilitator untuk terus belajar, meningkatkan kualitas diri, serta mengedepankan pendekatan yang humanis dalam proses kaderisasi.
“Kaderisasi IPNU-IPPNU adalah kaderisasi cinta. Karena itu, pelajar harus dirangkul dengan pendekatan yang baik, penuh perhatian, dan keteladanan,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua PAC IPPNU Kecamatan Kokop, Rekanita Nur Hasanah, menyampaikan bahwa forum TOF memiliki peran penting dalam keberlanjutan kaderisasi organisasi, khususnya pada kegiatan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) maupun Latihan Kader Muda (Lakmud).
Ia mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya guna menambah wawasan, ilmu, dan pengalaman dari para pemateri yang telah berpengalaman dalam bidang kaderisasi.
“Menjadi fasilitator bukan hanya mampu mengajukan pertanyaan yang telah disiapkan. Lebih dari itu, fasilitator juga harus mampu memberikan penjelasan, menjawab pertanyaan peserta, serta menciptakan suasana forum yang aktif dan produktif,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, PAC IPNU dan IPPNU Kecamatan Kokop berharap dapat melahirkan fasilitator yang kompeten, komunikatif, dan siap berkontribusi dalam memperkuat kaderisasi pelajar Nahdlatul Ulama di Kecamatan Kokop.
Pewarta: Nur Aini & Luluk Atul M | Redaktur: Roizzatul Amina

