PR IPNU-IPPNU Tramok dan Dupok Bahas Krisis Ruh Organisasi dalam Forum Diskusi dan Silaturahmi

ipnuippnu

Pena Pelajar Nu- Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Desa Tramok bersama Desa Dupok menggelar kegiatan diskusi dan silaturahmi bertema “Hilangnya Ruh dalam Pergerakan Organisasi” pada Jumat (29/5/2026) di kediaman Rekan Zainul Alim.

 

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus serta anggota PR IPNU-IPPNU Desa Tramok dan Desa Dupok. Dalam kesempatan tersebut, panitia menghadirkan dua narasumber, yaitu Rekanita Nurhasanah dan Rekan Ali Wahyudi.

 

Pada sesi pertama, Rekanita Nurhasanah menyampaikan materi mengenai pentingnya menjaga ruh organisasi agar tetap hidup dan berkembang. Menurutnya, ruh organisasi merupakan nilai dan tujuan bersama, semangat perjuangan, solidaritas, serta loyalitas dan tanggung jawab seluruh anggota terhadap organisasi.

 

Ia menjelaskan beberapa tanda hilangnya ruh dalam organisasi, di antaranya anggota yang mulai pasif dan kurang peduli, kegiatan yang hanya bersifat formalitas, komunikasi yang tidak sehat, serta menurunnya loyalitas anggota.

 

“Ketika anggota mulai kehilangan rasa memiliki terhadap organisasi, maka semangat perjuangan dan tanggung jawab bersama juga akan ikut melemah,” ungkapnya.

 

Lebih lanjut, Nurhasanah menjelaskan bahwa hilangnya ruh organisasi dapat disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal. Faktor internal meliputi lemahnya kepemimpinan, kaderisasi yang tidak berjalan optimal, komunikasi yang kurang efektif, serta hilangnya budaya diskusi. Sementara itu, faktor eksternal antara lain pengaruh media sosial, meningkatnya budaya individualisme, dan menurunnya minat generasi muda terhadap organisasi.

 

Ia juga memaparkan dampak yang ditimbulkan, seperti organisasi kehilangan arah, menurunnya kualitas program kerja, melemahnya regenerasi kader, serta meningkatnya jumlah anggota yang tidak aktif atau memilih keluar dari organisasi.

 

Sebagai solusi, Nurhasanah mengajak seluruh anggota untuk memperkuat nilai dan visi organisasi, membangun komunikasi yang sehat, menyelenggarakan kegiatan yang bermakna, serta menumbuhkan rasa memiliki dan loyalitas terhadap organisasi.

 

Pada sesi kedua, Rekan Ali Wahyudi menyampaikan materi tentang evaluasi organisasi dari tiga arah serta pentingnya menjaga semangat berorganisasi. Ia menekankan bahwa salah satu bahan bakar utama dalam organisasi adalah kemampuan untuk saling menghargai dan membangun hubungan yang baik antaranggota.

 

Menurutnya, terdapat tiga “kata ajaib” yang perlu dibiasakan dalam kehidupan organisasi, yaitu tolong, maaf, dan terima kasih. Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya memiliki tujuan yang jelas (visionful) serta kesadaran dan kepedulian dalam menjalankan tugas organisasi.

 

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara PR IPNU-IPPNU Desa Tramok dan Desa Dupok serta tumbuh kembali semangat kader dalam menghidupkan organisasi agar tetap aktif, progresif, dan bermanfaat bagi masyarakat.

 

Pewarta: Zainul Alim | Redaktur: Roizzatul Amina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *