Muslimat NU Akbar Ke-XI dan Santunan Anak Yatim di Kokop, Teguhkan Peran Perempuan dalam Agama dan Bangsa

ipnuippnu

Pena Pelajar Nu- Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kecamatan Kokop menyelenggarakan Muslimat NU Akbar Ke-XI yang dirangkaikan dengan Santunan Anak Yatim pada Senin (13/7/2026) di Desa Batu Korogan, Kecamatan Kokop. Kegiatan yang mengusung tema “Peran Muslimat dalam Agama dan Bangsa” ini menghadirkan Nyai Hj. Imas Fatmah Zahro, S.Pd. sebagai penceramah utama.

 

Kegiatan diikuti oleh jajaran pengurus dan anggota Muslimat NU, badan otonom Nahdlatul Ulama, tokoh masyarakat, pemerintah desa, serta masyarakat umum. Acara ini menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan kepedulian sosial, sekaligus memperkokoh peran perempuan Nahdliyin dalam membangun keluarga, masyarakat, agama, dan bangsa.

 

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muslimat NU sebagai bentuk penghormatan kepada bangsa sekaligus peneguhan semangat organisasi. Selanjutnya, seluruh jamaah mengikuti pembacaan Yasin Fadilah yang berlangsung khidmat sebagai ikhtiar memohon keberkahan dan keselamatan. Suasana semakin semarak dengan penampilan Tari Saman yang menjadi bagian dari pelestarian seni budaya Islami di lingkungan Nahdlatul Ulama.

 

Salah satu agenda yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah penyerahan santunan kepada anak-anak yatim. Santunan tersebut merupakan wujud kepedulian sosial Muslimat NU sekaligus implementasi nilai-nilai Islam yang mengajarkan pentingnya berbagi dan memperhatikan kesejahteraan anak-anak yang membutuhkan. Diharapkan kegiatan ini mampu menumbuhkan empati, memperkuat solidaritas sosial, serta mempererat tali silaturahmi di tengah masyarakat.

 

Dalam sambutannya, Kepala Desa Batu Korogan, Sobri, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada PAC Muslimat NU Kecamatan Kokop yang telah mempercayakan desanya sebagai tuan rumah penyelenggaraan Muslimat NU Akbar tahun ini. Ia berharap kegiatan tersebut membawa keberkahan, memperoleh ridha Allah SWT, serta menjadi wasilah barokah para muassis Nahdlatul Ulama.

 

Ia juga mengapresiasi seluruh pengurus PAC Muslimat NU Kecamatan Kokop atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat. Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada seluruh tamu undangan, termasuk Fatayat NU, IPPNU Kecamatan Kokop, dan seluruh warga Nahdliyin yang telah mendukung kelancaran acara. Di akhir sambutannya, ia berharap seluruh kader Nahdlatul Ulama senantiasa diberikan kesehatan, istiqamah dalam berkhidmah, serta mampu menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

 

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Bangkalan, Nyai Hj. Luluk Latifah. Ia menegaskan bahwa Muslimat NU memiliki peran strategis dalam bidang dakwah, pendidikan, sosial, kesehatan, hingga pemberdayaan keluarga. Menurutnya, Muslimat NU bukan sekadar wadah berhimpun bagi kaum perempuan, melainkan organisasi yang memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak keluarga yang berkualitas dan masyarakat yang berakhlakul karimah.

 

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan pentingnya seluruh kader Muslimat NU memahami dan melaksanakan Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD PRT) sebagai pedoman organisasi. Dengan berpegang pada PD PRT, setiap jenjang kepengurusan diharapkan mampu menjalankan organisasi secara tertib, profesional, solid, dan tetap berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

 

Memasuki acara inti, Nyai Hj. Imas Fatmah Zahro, S.Pd. menyampaikan tausiyah yang menekankan pentingnya peran Muslimat NU dalam menjaga agama, keluarga, dan bangsa. Menurutnya, menjadi bagian dari Muslimat NU bukan sekadar menjadi anggota organisasi, tetapi turut mengambil bagian dalam perjuangan membangun peradaban melalui pendidikan keluarga.

Muslimat NU se-kecamatan kokop

Dalam ceramahnya, beliau mengingatkan bahwa seorang ibu merupakan madrasah pertama bagi anak, sementara seorang ayah adalah pemimpin keluarga yang bertanggung jawab mengarahkan pendidikan dan pembentukan karakter. Oleh karena itu, orang tua memiliki tanggung jawab besar untuk menanamkan nilai-nilai agama, akhlak, serta karakter mulia sejak usia dini melalui keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Beliau juga menyoroti perkembangan teknologi informasi dan media sosial yang membawa peluang sekaligus tantangan bagi kehidupan keluarga. Teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar, memperluas wawasan, dan mempererat komunikasi. Namun, tanpa pendampingan yang tepat, penggunaan media sosial berpotensi memengaruhi perilaku dan moral generasi muda.

 

Karena itu, orang tua diharapkan tidak hanya membatasi penggunaan gawai, tetapi juga aktif mendampingi anak-anak dalam memanfaatkan teknologi secara bijaksana dan bertanggung jawab. Selain membekali anak dengan ilmu pengetahuan, pendidikan agama, adab, dan akhlak harus tetap menjadi prioritas utama dalam keluarga.

 

Menutup tausiyahnya, Nyai Hj. Imas Fatmah Zahro mengingatkan bahwa doa orang tua merupakan kekuatan yang sangat besar dalam kehidupan seorang anak. Selain memberikan pendidikan terbaik, setiap orang tua hendaknya senantiasa memohon kepada Allah SWT agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang saleh dan salehah, berbakti kepada orang tua, mencintai agama, bermanfaat bagi masyarakat, serta memperoleh keberkahan ilmu, kesehatan, dan rezeki.

 

Kegiatan Muslimat NU Akbar Ke-XI dan Santunan Anak Yatim berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh khidmat. Antusiasme peserta yang mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan warga Nahdliyin dalam mendukung program-program Muslimat NU. Melalui kegiatan ini diharapkan peran Muslimat NU semakin nyata dalam pembinaan keluarga, penguatan dakwah, peningkatan kepedulian sosial, serta pemberdayaan masyarakat di Kecamatan Kokop.

 

Pewarta : Wawa | Redaktur: Roizzatul Amina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *