Pena Pelajar Nu- Pimpinan Komisariat (PK) IPNU IPPNU Bustanul Arifin resmi melaksanakan pelantikan pengurus masa khidmat 2026–2027 dengan mengusung tema “Berakhlak Nilai, Bertumbuh Bersama, Melaju Bermartabat.”
Kegiatan tersebut berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh Ketua PAC IPPNU Kokop beserta jajaran Badan Pengurus Harian (BPH) PAC IPNU IPPNU Kokop, Majelis Pembina PK IPNU IPPNU Bustanul Arifin, dewan guru MTs dan MA Bustanul Arifin, serta kader IPNU IPPNU dari berbagai Pimpinan Ranting dan Komisariat se-Kecamatan Kokop.
Ketua PK IPNU Bustanul Arifin, Moh. Yusuf, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan pelantikan tersebut.
“Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh pihak yang telah membantu dan mendukung terselenggaranya kegiatan ini dengan lancar. Semoga kepengurusan yang baru dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah yang diwakili oleh Khoirul Anwar, M.Pd., dalam sambutannya berharap agar regenerasi kepengurusan yang baru mampu memberikan dampak nyata bagi organisasi maupun lembaga pendidikan.
“Pergantian kepengurusan ini diharapkan tidak hanya menjadi seremonial semata, tetapi mampu membawa perubahan yang lebih baik serta memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekolah,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Bidang Organisasi PAC IPNU Kokop, Ali Wahyudi, turut memberikan arahan sekaligus menanggapi harapan dari pihak sekolah. Ia menegaskan bahwa Pimpinan Komisariat memiliki peran strategis sebagai benteng pertahanan kaderisasi IPNU IPPNU.
“Pimpinan Komisariat merupakan benteng pertahanan IPNU IPPNU. Hal ini selaras dengan cita-cita KH. Tolchah Mansur yang menginginkan terwujudnya keseimbangan antara ilmu pengetahuan umum dan ilmu agama,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan kepada seluruh kader agar tidak menjadikan organisasi sebagai alasan untuk mengabaikan kewajiban utama sebagai pelajar.
“Jangan jadikan organisasi sebagai pelarian, dan jangan pula menjadikannya sebagai alasan untuk meninggalkan kewajiban belajar,” tambahnya.
Hal tersebut turut diperkuat oleh pernyataan Majelis Pembina PK IPNU IPPNU Bustanul Arifin, Ahmad Kholil. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara tanggung jawab organisasi dan kewajiban belajar.
“Benar yang telah disampaikan. Kurang tepat jika seorang kader mampu bangun tengah malam untuk kepentingan organisasi, tetapi justru terlambat atau bahkan ketiduran saat waktunya belajar. Belajar adalah kewajiban, sedangkan organisasi adalah tanggung jawab,” ujarnya.
Melalui pelantikan ini, diharapkan kepengurusan PK IPNU IPPNU Bustanul Arifin masa khidmat 2026–2027 mampu menjalankan perannya secara optimal, serta menjadi wadah pembinaan pelajar yang tidak hanya aktif berorganisasi, tetapi juga unggul dalam bidang akademik dan berakhlak mulia.
Pewarta & Editor: Ali Wahyudi
